Sabtu, 19 Januari 2013

Cerita Sex: Gara-gara Bikini


Namaku Sherly (bukan nama asli), aku mahasiswi indonesia asli Bandung yang sedang menjalankan S2 di Australi. Usiaku 28 tahun dan aku bukan satu-satunya mahasiswi Indonesia yang berkuliah disini, diantaranya ada Silvi dan Rina, kami bertiga sahabat baik dan tinggal satu rumah sejak berada di sini. Aku dikenal sebagai wanita baik-baik selama di Indonesia, namun sejak di ausie aku jadi berubah drastis sedikit agak nakal. waktu di indo, aku gadis alim dengan jilbab, namun sudah ku lepas karena masalah keimanan yang mulai terguncang. Aku merasa berdosa namun ya sudah lah, yang penting kuliahku lancar-lancar aja. Disini aku mulai merasa bahwa aku ini wanita spesial, fisikku memang agak sedikit gemuk, namun tidak menurut teman-temanku, tubuhku dinilai sangat sexy dengan payudara yang besar dan kencang, kulitku yang putih mulus serta wajahku yang juga manis. Semua kelebihan fisikku jarang dan hampir tidak pernah ku perlihatkan saat aku masih mengenakan jilbab, dan aku baru sadar bahwa aku memilikinya.


Awal dari kenakalanku, di musim panas tahun lalu kami bertiga (aku, silvi dan rina) berlibur kesebuah pantai ternama di sydney. sebelum kesana aku dan kawan-kawan berpikiran agak nakal sedikit, kami berburu pakaian renang di sebuah toko pakaian. "yakin nih ke pantai pake bikini?'', tanyaku agak gelisah. "yakin lah, kapan lagi kita pake pakaian kayak gituan?, di indo mana bisa kan, ntar malah dipelototin orang atau malah diusir, haha." kata rina meyakinkanku. Kalo bikini sih bukannya pake pakaian rin, itu namanya semi telanjang." jawab si silvi dengan nada bercanda. Setelah memilih-milih, Rina mencoba satu jenis bikini two piece berwarna biru tua, dia keluar dari ruang ganti dengan pedenya. "eh gila lo sexy banget rin hahaha" kata silvi sambil tertawa lepas. Aku malah semakin gatal melihatnya, apa lagi di toko itu ada beberapa pengunjung dan diantaranya juga ada pengunjung pria, namun mereka tidak terlalu memperhatikan rina dengan bikininya, karena mungkin hal tersebut sudah biasa di negara ini. Melihat tingkah rina yang sedikit berani, silvi pun ikut mencari bikini yang terjejer di toko itu, dan ia memilih bikini berwarna pink dengan bawahan berupa g-string, yaitu celana renang yang hanya menutupi kemaluan dan pantat, dengan pinggiran berupa tali. "yakin lo mau nyoba ginian vi?" tanyaku heran, "warnanya gue suka sher, habisnya yang lain warnanya nggak begitu bagus sih." lalu silvi masuk ke ruang ganti dan keluar dengan bikini pinknya. "woooowww, sekseh abiss vi", kata rina kagum. silvi membalikan badannya bermaksud memperlihatkan bagian belakang tubuhnya dan, wow, bagian pantat silvi tidak tertutup semua, hanya bagian atasnya sementara belahannya hanya tertutup tali saja.

Rina dan Silvi berkata, "giliran lo sher, ayo coba deh", "pilih aja yang mana lo suka", Rina menambahi. "eh gue mau yang onepiece aja deh, ada nggak ya" kataku kalem. "what? lo jangan cari aman deh, masa kita kita aja yang make bikini beginian, lo harus kompakan seksinya. Tanpa sadar dari tadi kami diperhatikan oleh seorang pemuda ausie, dia hanya tersenyum ke arahku dan sesekali ku balas senyumannya. "ayo dong sher", "iya, ayo dong cobain yang paling seksi, apa perlu gue telanjangin lo baru lo mau make", mereka mendesak dan akhirnya aku nyerah juga, aku penasaran seperti apa rasanya pakai pakaian yang kata orang seperti tidak memakai apa-apa ini. lagi pula aku kan sedang di lirik oleh pemuda bule yang cakep, dan aku mencoba memberanikan diri.

aku berjalan membutari gantungan baju renang dan aku menemukan satu bikini dengan warna beige, yaitu warna kecoklatan. tanpa pikir panjang aku ambil  dan aku menuju ruang ganti untuk mencobanya. Aku membuka satu persatu pakaianku hingga benar-benar telanjang bulat. aku mencoba mengenakan bra bikini itu yang ternyata kekecilan, cup-nya tidak menutupi buah dadaku, hanya cukup menutupi bagian putingku saja. dan kemudian aku mengenakan celana renang yang berbentuk g-string itu, dan hasilnya sama saja, g-string yang kukenakan juga hanya menutup bagian kemaluanku saja. pantatku tidak tertutup sama sekali, hanya tali yang melintas membentuk huruf T di pantatku yang montok besar itu. aku mencoba mengendorkan talinya yang kurasa terlalu sempit, namun bagian depan g-stringnya tidak menutup seluruh miss-v ku, bulu kemaluan ku masih sdikit terlihat dari g-string tersebut. dengan berani aku keluar ruang ganti dan melihat reaksi kedua sahabatku itu, katanya "ih wow, gile lo, seksi abis", kata rina dengan rasa kagum luar biasa, "dari dulu kek sher, lo liatin nih body ke orang-orang, pasti lo banyak yang naksir", kata silvi sambil membelai-belai payudaraku. Kami pun sepakat membeli bikini yang telah kami pilih dan berangkat menuju pantai.

sesampai disana, kami berhenti dan ganti baju di dalam mobil. perasaan gerah ini membuatku nekad mengenakan bikini super mini yang ku beli tadi. Rina dan silvi keluar duluan dengan girang dan pede, sementara aku masih agak ragu. "hmmm, gue enggak ah, malu", "apa? sher udah jauh-jauh ini, ayok deh, berjemur." jawab silvi mencoba meyakinkan aku. Akhirnya aku berani keluar namun berjalan kalem di belakang mereka berdua. suasana pantai cukup ramai, banyak wanita yang mengenakan bikini dan lelaki-lelaki kekar disana.Tanganku menutupi bulu kemaluanku yang keluar dari bagian atas g-stringku, aku menyesal tidak mencukurnya dulu semalam. Kami menggelar kain untuk alas berjemur di atas pasir pantai, baru saja aku duduk dan ku perhatikan ada pria yang tak asing buatku, ternyata dia adalah pemuda bule yang melihatku di toko bikini barusan. Dia sedang bermain sepak bola dengan teman-temannya. bule itu sangat seksi dengan hanya mengenakan celana renang, tubuhnya cukup berotot, wajahnya terbilang masih belia, mungkin sekitar 18-19 tahunan.

Aku berbaring santai di atas kain yang ku gelar, jarak kami tidak jauh, mungkin hanya terpaut 10 meter. Kemudian muncul ide isengku, karena dari tadi diperhatikan terus, aku ingin sesekali menggodanya. Silvi dan Rina sedang asik berjemur, mungkin sudah tertidur, aku tidak tau karena matanya tertutup sunglass. Mumpung mereka tidak lihat, aku memulai ide isengku, aku berbaring dengan kedua sikutku bertumpu ditanah, kemudian aku membusungkan dadaku. Pemuda bule itu langsung kaget melihatku tiba-tiba berpose sensual begitu. Lalu aku membalikan badan dan tengkurap, supaya si bule bisa melihat pantatku yang seksi montok besar menggiurkan itu. Karena g-stringku kecil dan tidak menutup pantatku, mungkin saja dia akan terangsang melihatnya.

setelah 5 menitan tengkurap, aku membalikan badanku lagi, ternyata dia masih disana dan masih mencuri-curi pandang kepadaku. ternyata tidak cuma dia, pengunjung pantai lainnya juga memperhatikanku, entah kenapa rasanya kok cuma aku yang jadi pusat perhatian. Melihat keadaan seperti itu, aku penasaran apa yang akan mereka lakukan kepadaku, terutama si pemuda ganteng itu. Badanku berselimut pasir, terutama di buah dadaku, kemudian aku menggoyang goyangkan dadaku agar pasirnya jatuh, sebenarnya itu hanya trik supaya pemuda itu makin tergiur. Ku goyangkan ke kiri-kanan dan tanpa sadar bh ku tergeser dengan sendirirnya san puting susu bagian kananku terlihat jelas. "oopppss" aku pura pura kaget dan mentupnya perlahan lagi. Belum puas dengan reaksi si bule yang makin tak tahan kelihatannya, aku berbaring dengan membuka pahaku agak lebar, supaya dia bisa melihat selangkanganku. Si bule sepertinya bisa melihat bulu kemaluanku dari sela g-string yang ku kenakan. Kemudian tanganku meraih vaginaku, dari luar g-stringku, aku mengelus-ngelus lembut liang peranakanku yang masih kencang itu. Sambil menggigit lidahku karena keenakan dan rangsangannya luar biasa, aku bergairah sekali. Sumpah, baru kali ini aku bertingkah nakal seperti ini.

Beberapa menit kemudian si bule menghampiriku, dan mengajak ku berkenalan. "hi, i'm Jeff, and you?", katanya, "ehmm, i'm Sherly, nice to meet you", jawabku. "Sherly, what a good name, nice to meet you too", kata jeff sambil memujiku. Aku tersenyum bangga karena rayuan tubuhku sukses. Dia ternyata masih SMA, dan usianya memang tidak jauh dari perkiraanku tadi. Setelah ngobrol panjang, aku tau dia orangnya agak pemalu dan tidak bisa terlalu blak-blakan, namun aku kaget saat dia berkata, "i'm so interesting, when you ah... ehmm... posed like before". dia bilang dia dia tertarik saat melihat ku tadi menggodanya. "your so... hot". dia menambahkan. Dipuji seperti itu bikin aku tersipu malu dan berkata, "i'm not so brave to wearing swimsuit like this, it's so crazy and i'm feelin' so horny", upss, aku keceplosan bilang aku terangsang gara-gara pake bikini beginian. Rupanya dia keringetan lantaran ucapanku barusan, dan dia mulai berkata, "follow me". dia meraih tanganku dan bermaksud mengajakku ke tempat lain. Rupanya Jeff membawaku ke mobilnya. Nampaknya aku tau maksudnya apa, karena Jeff orngnya susah blak-blakan mungkin dengan cara ini dia mau mengajakku berhubungan badan di mobil.

Perasaanku dag-dig-dug luar biasa, rasanya malu tapi mau banget. Selama ini aku belum pernah nakal apa lagi sampai ngentot sama cowok. Perasaanku juga nggak tahan, gara-gara bikini ini dan obrolan singkat kami. Kemudian Jeff mengajakku masuk mobilnya dan menutup pintunya. Tanpa basa-basi aku berbaring di jok belakang dan jeff duduk di bawahnya. Ia mulai meraba-raba payudaraku perlahan, rasanya membuatku panas. Semakin cepat ia meraba-raba dan kemudian meremas kuat dua buah susuku dan "aaaaahhhhh", aku horny karenanya. Jeff kemudian memainkan puting susuku dan lidahnya mulai menghisap kuat, "sroootttttt,". "uuuhhhh, aah ah aaahh", aku mulai meliar.

Tangannya mulai meraba-raba tubuhku, dari dada hingga perut dan turun ke kemaluanku. Dia menarik-narik bulu jembutku dari luar g-stringku. Rasanya aku kegelian, seumur umur belum pernah kemaluanku disentuh pria. Tangan Jeff pun mulai masuk ke menyentuh lubang kelaminku, jari tengahnya memainkan lembut sampai masuk ke dalam menyentuh bagian sensitifnya. Aku mulai kepanasan karena terangsang, dan mulai keluar cairan dari kemaluanku, membuat basah g-stringku. karena telah bermandi keringat, Jeff menarik bh ku dengan keras dan kemudian menarik sempakku yang sudah basah itu. dan kini aku benar-benar telanjang.

melihatku bugil, jeff pun akhirnya uga mencopot celana renangnya, penisnya benar-benar besar dan panjang, mungkin begitulah ukuran milik orang bule pada umumnya. aku merabanya perlahan, dan menghisap kuat batang pelirnya yang seperti tongkat base ball itu. mulutku yang kecil tidak muat mengulum semua batangnya. Setelah beberapa menit, keluarlah cairan hangat dari lubang penisnya. Ku tau itu spermanya dan tanpa pikir panjang ku hisap sekalian. Nampaknya Jeff sudah tak tahan sampai ejakulasi, menurutku itu bagus supaya saat dia memasukan pelernya ke vaginaku, spermanya tidak keluar disitu. Agar aku juga tidak hamil gara-gara dia.

Jeff mengarahkan penisnya ke lubang pepekku, upss, maksudku lubang vaginaku. Maaf pake bahasa kasar untuk penyebutan pepek yang berarti vagina. Batangnya yang besar masuk dan "aaaahhh' aku teriak kesakitan karena batangnya yang besar tidak seimbang dengan liang peranakanku yang masih kencang dan sempit. Dia mendorongnya perlahan, kemudian makin lama makin cepat,

"aaaaaaaaaahhhhhhhhhhhhhhh...... uuuuuhhhmmmmm, aaaahhhhh....."
aku teriak kencang karena itu, bahkan tidak perduli kalo ada orang yang mendengar desahanku di luar sana.

lalu jeff menyuruhku nungging untuk posisi doggy style. "pakkk, pakkk, paakk" suara pantatku yang beradu dengan pinggul Jeff.

Jeff sangat jago memainkan penisnya, di dalam vaginaku rasanya sakit sekaligus nikmat tiada tara. Dia mengacak payudaraku yang terguncang turun naik dari tadi karena 'genjotannya' yang fantastis. Penisnya terus maju mundur dalam lubangku, sementara tangannya memainkan 'gunung kembarku'. Kemudian ada rasa gataran luar biasa dari vaginaku, aku menyuruh jeff untuk berhenti sejenak. "stop...aahhh, stop jeff... please...!!", getaran itu semakin terasa dan ada sesuatu yang akan keluar dari vaginaku, dan....

 "crooooooooootttttt,,,, crooootttt,...... aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaghhhhhh", keluar cairan dari vaginaku dengan deras hingga membasahi tubuh jeff sampai kaca jendela mobil sampingpun ikut basah karena semprotan cairan vaginaku. Rupanya aku sudah sampai klimaks, aku orgasme untuk pertama kalinya.

haaaahhh, hahhh, aaahhh....

kami berdua terengah-engah karena lelah, seluruh tubuhku pun rasanya lemas karena tenaganya sudah terpakai semua. Aku benar-benar puas, untuk pertama kalinya aku dientot beneran, apa lagi sama bule yang masih berondong. Kalau tadi aku tidak pakai bikini seksi, tidak mungkin aku merasakan kenikmatan dunia seperti ini. "thanks jeff, it's my first time i....", "i see, if you want it again, i can do it with you, anytime" katanya. Kemudian aku mengusap tubuhku yang basah ini dan berpisah dengan Jeff seraya memberinya kecupan di bibir. lalu aku kembeli ke tempatku tadi bersama teman-teman dan  bersikap seolah tidak terjadi apa-apa.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar